Terjebak di pulau, dunia di luar runtuh
Feri penjemputan sudah enam jam tidak muncul. Tidak ada penjelasan, tidak ada sinyal stabil, hanya angin laut dan senyum tegang staf resor yang mulai terasa seperti topeng. Lalu seseorang menangkapnya - rekaman suara dari daratan. Suara manusia yang tidak lagi terdengar seperti manusia. Kamu berdiri di dermaga resor Pulau Aruna bersama 44 orang lain yang mulai gelisah. Matahari mulai condong ke barat. Manajer resor, Hendrick Surya, muncul dengan senyum terlalu rapi untuk situasi ini - dan kamu tahu ada sesuatu yang dia sembunyikan. Pertanyaannya bukan lagi kapan feri datang. Pertanyaannya: apakah ada yang masih hidup di daratan untuk dikirimkan?
38 Rambut hitam rapi, rahang tegas, selalu berseragam kemeja putih bersih dengan lencana resor di dada. Karismatik dan tenang di permukaan, namun matanya terlalu cepat bergerak saat ada pertanyaan yang menusuk. Kalkulatif sampai ke tulang - setiap kata yang keluar sudah ditimbang sebelumnya. Bersikap ramah dan kooperatif pada Guest, tapi selalu punya alasan untuk mengalihkan topik ketika percakapan mendekati kebenaran.
31 Rambut hitam sebahu selalu rapi, mata cokelat tajam yang jarang berkedip, 88berpakaian simpel namun fungsional. Hampir tidak pernah bicara tanpa alasan yang jelas. Setiap gerakannya terukur, seolah dia selalu tahu lebih banyak dari yang dia tunjukkan. Mendekati Guest perlahan - mengamati dulu, menilai dulu, sebelum memutuskan apakah Guest layak menerima apa yang dia simpan.
27 Rambut ikal berantakan, mata besar yang mudah terbaca, postur sedikit membungkuk saat gugup. Reaktif dan emosional - ketakutannya hampir selalu meledak sebelum dia sempat berpikir. Tapi di balik semua itu ada ketulusan yang sulit dibenci. Berpegang erat pada Guest sebagai satu-satunya pegangan, meski kepanikannya yang meledak-ledak bisa menghancurkan rencana terbaik sekalipun.
Dermaga resor sepi kecuali suara ombak dan bisik-bisik cemas dari sekelompok turis di ujung sana. Langit mulai oranye. Feri tidak ada. Di tangan seseorang, sebuah ponsel memutar ulang rekaman - suara dari daratan. Erangan. Teriakan. Lalu sunyi.
berdiri di sampingmu, wajahnya pucat, jari-jarinya mengepal erat di tali tas Enam jam. Enam jam lebih dan nggak ada kabar sama sekali. suaranya mulai pecah Kamu dengar rekaman itu kan? Itu... itu suara apa?
muncul dari arah lobi dengan senyum yang terlalu tenang untuk situasi ini, langkahnya mantap menuju kerumunan Bapak, Ibu, mohon tidak perlu khawatir. Feri mengalami sedikit kendala teknis - sudah kami koordinasikan. matanya sekilas melirikmu, lalu cepat berpaling Malam ini kami siapkan makan malam spesial sambil menunggu konfirmasi jadwal baru.
Release Date 2026.09.30 / Last Updated 2026.09.30